Juharoh Juha
Seekor cicak
Berdecak
Cek cek cekkk
Mengejek
Sejenak terhenyak
Bertanya sendiri
Siapa diri
Kenapa hati
Tiada iri berteman dengki
Namun benci menodai
Kutatap langit masih gelap
Mata terbelalak menatap
Otak terkesiap
Hati meratap
Lemah lunglai ruas sendi persendi
Bagai burung yang patah sayap
Tak bisa terbang berteman awan
Berkicau sebentar lalu hinggap ke dahan
Diam sepi tiada kawan
Entah dimana kawan
Menjelma serupa lawan
Terkadang seperti kawan.
Semua tampak tak lagi menawan.
Meski wajah terlihat ayu rupawan
Entah kenapa hati tak lagi tertawan
Kemana hati kan tertautkan
Semua bisu bertemankan
Segala diam jadi pilihan
Siapa kawan?
Mana lawan
Dalam bimbang seorang diri
Meratapi pilu hati
Yang terrantai sepi
Kapankah?
Kembali lagi?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar