Tampilkan postingan dengan label PUISI CINTA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI CINTA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2022

LUKISAN MALAMKU

Juharoh Juha 

***************


Kusuka melukis malam

Dalam selimut kelam


Meski  ia bersahabat gelap

Dalam heningnya, kudekap


Banyak isyarat yang datang kutangkap

Pesan semesta dapat kuserap


Tanpa ada degup yang berderap

Dalam sunyi senyap


Inspirasiku merayap

Padamu malaikat tanpa sayap 


Ada bayangmu yang  sejenak datang

Lalu menghilang


Dalam kelebat bayang

Hingga fajar datang menjelang.


Lukisan  namamu

Abadi  selalu


Dalam bait doa

Di sepertiga  masa 


          Yang kujaga.....

Jumat, 29 April 2022

Langit Rindu

Langit Rindu

Juharoh Juha 

***************


Langitmu, langitku.

Masih seperti dulu,

Biru.


Kelabu telah berlalu.

Karna rindu.

Masih tetap bersemu.


Jangan biarkan cerutumu ,

Bersama candu.

Jika kau mabuk, siapa penawar rindu??Langit Rindu

Juharoh Juha 

***************


Langitmu, langitku.

Masih seperti dulu,

Biru.


Kelabu telah berlalu.

Karna rindu.

Masih tetap  bersemu.


Jangan biarkan cerutumu ,

Bersama candu.

Jika kau mabuk, siapa penawar rindu??

Rabu, 27 April 2022

Kekasih yang Hilang

 Kekasih Yang Hilang

Juharoh Juha 

***************


Jika "menghilang" membuat hati tenang. Tak kan ada yang namanya "datang."

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Konon, disuatu negeri antah berantah. 

Yang gemah Ripah loh jinawi. Yang negerinya aman damai terkendali. Makmur dan kaya - raya hingga minyak goreng  sempat susah dicari.


Hiduplah sekelompok masyarakat yang rukun damai dan sejahtera. Mereka terdiri dari berbagai suku. Meskipun begitu, mereka selalu bersatu. Tidak ada perselisihan diantara mereka. 


Namun, ada satu hal yang dirasa janggal, di desa ini. Sebut saja desa Rempug Rukun. Di desa ini terjadi sebuah fenomena aneh. 


Konon, disetiap tahunnya. Khususnya dibulan ramadhan. Banyak jamaah yang berada di masjid menghilang. Dan tidak diketahui sebab musababnya. Dan anehnya lagi. Mereka merasa hal itu sebuah kejadian yang lumrah.  Sehingga tidak ada yang mencari atau lapor polisi.

Padahal jumlah jamaah yang hilang itu lebih dari jamaah yang ada.


Kejadian menghilangnya para jamaah biasany terjadi pada malam ke 7 sampai menjelang lebaran. Angka  7 bukan mereka anggap keramat. Namun itulah kenyataannya. Malam selanjutnya  menjadi sepi,tenang mencekam. Hanya berteman suara kipas angin yang berputar  diiringi  nyangian cicak di dinding.


Pada malam di Minggu pertama, jamaah masih penuh sesak memenuhi shaf di barisan masjid.  Hingga berdesak desakan.Tiba -  tiba dimalam berikutnya mendadak hilang. Hingga tinggal bersisa 1 atau dua shaf. Entah kemana para kekasih Allah yang konon ingin meraih seribu  bulan.


Menghilangnya mereka tidak bisa diketahui secara pasti. Dan tidak ada dari mereka yang meneliti atau mencari tahu keberadaan mereka.


Kejadian ini berulang setiap tahunnya . Dan sudah menjadi budaya. Keanehan kembali terjadi. Ketika di suatu pagi. Suara tahmid takbir dan tasbih berkumandang. Para jamaah yang hilang datang. Mereka kembali pulang  Dengan wajah berseri dan tampak senang. Pakaian merekapun terlihat baru. 


Mereka  berbondong bondong kembali menjadi jamaah. Mereka menyebutnya itu hari kemenangan. Mereka kembali menjadi jamaah. Yang pernah menghilang tanpa berita. Mereka bersalam salaman berpelukan dan bermaaf - maafan.


Terlihat kerukunan dan kedamaian.

Melepas rindu setelah sekian malam tak bertemu. Dalam sujud tarawih yang syahdu. Menjadi kekasih Allah yang tetap dirindu. Meski pernah menghilang setidaknya sudah berusaha datang. 

Untuk meraih kembali cinta Allah yang sempat mereka tinggalkan.


Semoga datangnya kembali  tak kan  berulang dan lepas lagi. 

Sehingga bisa menjadi hamba yang mempunyai derajat tertinggi. 


Yang pergi tak selamanya  hilang .

Datangnya  untuk menjadi insan yang menang.

Jumat, 22 April 2022

Tak Pasti

 Malamku hilang 

Terbang membayang

Sejuta kenang 

Hilang datang

Pagiku sembunyi

Tanpa mentari 

Menguak elegi

Hilang bayang disisi

Siangku berlari

Menjemput senja

Yang indah merona

Menanti janji

Malam datang lagi

Membawa mimpi

Tentang esok hari


Masa datang silih berganti

Dan aku masih disini

Menanti musim berganti



Cerita Tanpa Suara

 Tanpa Suara

Juharoh Juha 

**************


Kuceritakan padamu

Melalui sajak ini

Tentang berapa malamku yang hilang

Siangku yang gersang

Pagiku yang terbuang

Dan senjaku yang melayang


Oleh Bayu

Yang pernah datang

Pada suatu petang


Kini,

Letih sudah

Jiwa berpura pura

Lelah sudah 

Lidah bersandiwara


Lalu kusandarkan  doa

Yang menguatkan jiwa


Sekali lagi....

Kukisahkan padamu,

Dalam sajakku ini,

Tentang pedang yang menghunus

Tentang panah yang menusuk

Tentang rasa yang terhempas


Tentang rasa sakit yang menghujam

Tentang pilu sembilu  menikam

Yang bisa kuredam

Ikhlas tanpa dendam


Hanya padamu

Kukisahkan ceritaku


Dalam gores pena 

Tanpa suara

Sajak Malam

 Sajak Malam

Juharoh Juha 

***************


Tahukah kau?

Berapa serdadu rindu

Yang meski kubunuh?

Tanpa peluru.


Tahukah kau?

Berapa degup 

Yang meredup

Karena taqdir yang menghalau


Buyar

Debar


Oleh yang Maha Suara


Pudar

Sinar


Oleh cahaya diatas cahaya


Hati sanubari

Yang bersabda.


#puisidadakan

Rabu, 20 April 2022

Ada Apa


 

Ada Apa

By Juharoh juha


***********

Ada angin

Ada sejuk menerpa

Ada jiwa - jiwa yang hampa

Ada burung - burung kecil

Berkicau riang gembira

Berjejer bertengger 

Pada ranting kering


                 Disana, 

                         Dipohon Cemara 


Ada Bayu mendayu

Berhembus pelan perlahan

Daun  - daun berguguran

Jatuh ketanah berhamburan

Satu persatu


                      Bercerai 

                             Berderai

                                    Bersorak sorai      

            


Ada sipit mengintip malu

Ada warna abu

Menyemu rindu


Bersembunyi sunyi

                             Disini

                                     Di balik sepi


Adakah  penghuni hati

Yang peduli?


Senin, 18 April 2022

SEPERTI KAWAN

 


Juharoh Juha


Seekor cicak

Berdecak

Cek cek cekkk

Mengejek

Sejenak  terhenyak

Bertanya sendiri

Siapa diri

Kenapa hati

Tiada iri berteman dengki

Namun benci menodai 

Kutatap langit masih gelap 

Mata terbelalak menatap 

Otak terkesiap

Hati meratap

Lemah lunglai ruas sendi persendi

Bagai burung  yang patah sayap

Tak bisa terbang berteman awan

Berkicau sebentar lalu  hinggap ke dahan

Diam sepi tiada kawan


            Entah dimana kawan 


            Menjelma serupa  lawan


            Terkadang seperti kawan.


Semua tampak tak lagi menawan.

Meski wajah terlihat ayu rupawan

Entah kenapa hati tak lagi tertawan

Kemana hati kan tertautkan

Semua bisu bertemankan

Segala diam jadi pilihan

Siapa kawan?

Mana lawan

Dalam bimbang  seorang diri

Meratapi pilu hati

Yang terrantai sepi

Kapankah?

Kembali lagi?






Minggu, 17 April 2022

Dawai Gawai

 Dawai Gawai

By Juharoh Juha









Terburai derai 

Ramai 

Damai

Permai

Oleh hiruk pikuk dawai gawai

Hingga,

Dalam mimpi sayup sayup kudengar

Irama nada gembira

Berganti suara harpa

Menyepi rasa.

Katanya,

Dawai asmara mengusik jiwa

Yang tak lagi merdeka

Lalu,

Dengan apa kutanya

Dengan apa ku kata

Dengan apa ku nyata

Tak lagi dengar dua telinga

Tak lagi menyapa hati membuta


Dengar!

Dengarkan!

Suara hati ini berteriak lantang sekali

Tak lagi bisa kembali

Pada kisah semula jadi

Tak dapat lagi terbagi

Sebongkah hati ini

Ianya, terlalu suci 

Untuk dicampakkan 

Untuk dihempaskan

Pada kisah silam

Di ujung malam


Meski bayang datang

Tak mungkin kenang kuulang

Tak mungkin rasa kupaksa jua

Datang dalam masa

Yang tak lagi semestinya


Untuk yang tak terlupakan

Kudoakan

Kau dapat berteman 

Dengan bunga indah ditaman impian


Dan pintaku lagi,

Jangan rusak layar hati

Nan suci,




Rabu, 13 April 2022

Yang Silam

kepadamu

duhai angin lalu

dengan apa

harus ku halau

hadirmu

yang membuat risau

haruskah ku berlari, pergi

tuk menutup lembar ini

karena  hadirmu,

di musim ini

RINDU SEJATI

 Jangan tanya lagi padaku

Apa hakekat merindumu

Karena kau tlah tahu itu

Itu hanya sebuah harap bermuara temu

Yang semu

Pada siapa ia menyapa?

Dan siapa pemiliknya?

Bebas kau teruntukkan pada siapa.


Tuhan  pemilik semesta?


                Yang baqa

                     Pemurah

                           Pemilik segala


Atau makhluk-Nya ?


                  Yang fana

                      Lemah

                            Tiada daya


Asalkan,

Jangan sampai salah kau artikan

Karena harapan perjumpaan

Pada selain Tuhan

Adalah sebuah keniscayaan.

Yang meragukan.



Selasa, 28 Desember 2021

Benci Termahal

ada yang diam - diam benci

ada yang benci dalam diam

ada yang benci tapi diam

ada yang diam tapi benci

sesungguhnya benci itu

benar benar cinta

dan itulah rasa

benci dan cinta 

ibarat kopi dan gula

saling memberi rasa dan aroma

benci hadir  dalam cinta

cinta juga sering bercampur benci

benci jika cinta di khianati

cinta jika benci tak lagi  menaklukkan hati

dan nyatanya

sampai detik ini

aku benci padamu

benar benar cinta




TENTANG RINDU

ku ucap terimakasih

padamu yang telah membuang rinduku

karena akupun begitu

tlah tidak lagi menyimpan rindu itu dalam  hatiku

bahkan dalam bayanganku 


pergilah...

karena tak pantas lagi

rindu itu tersemat indah di hati 

di sini, 

di penghujung tahun ini

tlah kutemukan sesuatu yang lebih indah

dari pada menikmati rindumu

yang semu...


Paris van java akhir 2021


  Menjaga Tri TA Juharoh Juha *************** Menjaga sesuatu  lebih susah dari pada mendapatkanya. Benarkah? Pertanyaan diatas tidak ...