Kemarin, ada banyak kisahku yang
berserakan.
Berhamburan tak keruan.
Tertiup angin kesombongan,ataukah keputus asaan.
Di halaman,di jalanan, bahkan di ujung kerinduan,
Yang nyata dari ketidakmungkinan.
Di semua tempat tlah menorehkan kisah
Dan menulisskan banyak sejarah
Tentang jejak langkah
Yang ku tau, tanpa kusadari.
Diantara coretan kisah dan langkah
Ada tulisan beraneka warna tinta. Entah warna emas, biru ataupun hitam.
Bahkan tak luput dari coretan tinta berwarna merah.
Yang tak terlihat indah.
Yang mewarnai dan menodai kertas putih kehidupan
Mungkin dalam coretanku ada yang secara tak sadar
Menyentuh ruang ruang pribadi seseorang
Atau terlalu tebal membekas sehingga sulit terhapuskan.
Ku teringat kata kata dewa rindu di dunia sana.
Gunakan kebaikan yang tak seberapa.
Sebagai senjata.
Untuk berdoa.
Dan hari ini hari ketiga dibulan januari
Akupun berdoa,
Ya Allah yang Maha Pemberi segala.
Segalanya adalah kepunyaanMu.
Jangankan hamba -Mu yang hina dina ini.
Seutas tali urat di leherkupun bukan punyaku.
Maka, kuserahkan padaMu akan sekelumit kebaikanku.
Jadikanlah ia, wasilah untuk terkabulnya segala doa dan pinta.
Permudahkan segala urusanku hari ini esok dan lusa
Dan ternyata, Allah beri kebaikan yang berlipat dari sekelumit kebaikanku.
Di kirimkan doa dari langit.
Lewat angin yang berhembus lembut dan dingin.
Menyejukkan siang yang gersang.
Mengumpulkan semangat yang hilang.
Bersama doa dan pinta yang kulangitkan.
Ku bangit dan ku raih lembar lembar kisah yang tlah kubuang.
Ku kumpulkan dan kubedakan, agar yang putih tetaplah putih dan yang hitam biarlah memudar.
Hingga akhirnya,ku dapat mengemas kisahku yang berserakan
Dalam bingkisan indah, bernama kebaikan.
Aamiin.
gelap bukan berarti tak ada cahaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar