Jumat, 29 April 2022

Sang Peri yang Mencari

 Sang Peri yang Mencari

Juharoh Juha 

**************


Ketika sembunyi tak lagi sunyi. Keluarlah  dari persembunyian. Agar kesunyian tak melambangkan kehilangan.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Suatu malam,  dipenghujung ramadhan. Ada peri cantik. Yang sedang beri'tikaf di cangkangnya yang unik.Didalam  cangkang  ajaib itu ia merasa terusik. Ia mendengar suara bisik - bisik yang berisik.  

Kata mereka, ternyata di negeri entah berantah ada sebuah kisah. Tentang kehilangan jamaah  kekasih Allah.


Tiba - tiba timbul jiwa jurnalistiknya. Ingin mencari informasi tentang fenomena dipenghujung ramadhan ini.

Otaknya menelisik tanya. Apa penyebabnya. Kemana hilangnya para kekasih Allah ? Semoga mereka baik - baik saja. Doanya dalam hati.


Sang peri cantikpun menyesal, kenapa ia tak keluar sedari kemarin. Padahal kabar tentang fenomena yang terjadi di desa Rempug Rukun sudah sangat santer terdengar .


Diam - diam ia keluar dari persembunyiannya. Mulanya ia bersembunyi agar mencari tempat sunyi. Untuk lebih mendekatkan kepada sang pencipta alam raya ini. Namun ia merasa terganggu dengan kabar berita. Tentang jamaah yang hilang lagi. 


Ia keluar dari tempatnya bersembunyi. 

Yaitu cangkang ajaib.

Diam - diam ia berjalan ke arah masjid. Dilihatnya sekeliling ruang masjid. 

"Hmmm...."ia bergumam.

"Sepertinya  memang masjid tampak bertambah luas. Sehingga banyak ruang kosong tersisa.  Ataukah memang benar kabar yang tersiar. Tentang jamaah yang hilang." Pikirnya.


Sambil berfikir keras iapun berniat kembali untuk menyendiri lagi. Di perjalanan pulang ia melewati sebuah tempat. Dimana banyak orang berbondong - bondong  menjual dan membeli barang. Ada baju, celana, kue dan juga barang lainnya. Oh ..ternyata mereka disini. Pantas saja, dimasjid sepi.

Gumam sang peri.


Setelah pencatian informasi dirasa cukup. Ia ingin segera pulang.

Namun ditengah perjalanan, hidung peri yang mungil dan minimalis mencium aroma wangi. 

"Hmmmmm....lezatnya. Aroma apa ini?"

 Lewat dua mata sipitnya iapun mengintip dari celah pintu yang terbuka sedikit.


 Ternyata ada beberapa ibu - ibu Sholehah yang sedang lembur didapur. Mempersiapkan jamuan kue untuk para tamu dihari raya.

Ada bermacam kue yang cantik rupa dan bentuknya.Dan insya Allah pasti lezat rasanya. 


Karena rasa penasaran yang  begitu kuat, iapun masuk ke rumah para penduduk. Dari hasil  investigasinya ia menjumpai berbagai alasan. Mengapa ruang masjid tampak lebih luas dibanding minggu pertama awal Ramadhan.


Dilihatnya ada beberapa ibu yang mempunyai anak kecil. Para ibu itu sholat tarawih di rumah sambil mengasuh si buah hati.

Sementara sang bapak bergantian mengasuhnya.

Ada pula diantara mereka yang sedang sakit. Dan beberapa ibu yang sedang haid.


Sang peri cantik masih penasaran, kemana lagi,  menghilangnya para jamaah kekasih Allah.


Sang peri melihat segerombolan anak muda, naik motor kebut kebutan. Hingga sang peri sangat kaget dibuatnya 

Nggeeeng ..ngennggg....

Bremm bremmmm...breenm.

Sang peri cantik  mengikuti mereka dari belakang. Sambil naik di cangkang ajaibnya. 


Ternyata anak muda tersebut singgah disebuah cafe. Dan sekedar numpang wifian untuk bermain game sambil menyeruput  copi capucino yang nikmat.


Sang peripun bergegas pulang. Dan rasa penasarannya sudah hilang. 

Ia hanya berdoa, semoga para manusia yang dilihatnya. Apapun yang mereka lakukan mendapat keberkahan dibulan ramadhan. 


Sang peri kembali masuk dalam cangkang ajaib. Ia menyendiri dan menyepi lagi.  

Sendiri bukan berarti berteman sepi.

Zikir dan doa yang meramaikan hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  Menjaga Tri TA Juharoh Juha *************** Menjaga sesuatu  lebih susah dari pada mendapatkanya. Benarkah? Pertanyaan diatas tidak ...